Beyond the Limit!!

Pernah gak sih ngerasa kalau apa yang kita lakukan sebenarnya belum ada apa-apanya? Pernah gak kebayang seberapa besar perjuangan orang-orang yang sekarang terkenal dimana-mana ? Atau minimal, pernah gak sih kebayang temen sebelah kamar kostmu belajar sampai jam berapa?

Hal inilah yang membuatku banyak kepikiran hal-hal aneh, impian besar, dan evaluasi kesalahan yang mungkin pernah dilakukan. Selalu termotivasi untuk bisa dapat yang lebih baik? Aku malah kebalikannya, terlalu sering menerima apa adanya. Ya itulah sedikit penggambaran apa yang sebelumnya aku rasakan.

Tapi semua berubah saat negara api menyerang. Haha. Maksudnya saat virus motivasi menyerang. Banyangin aja, dalam waktu kurang dari 24 jam, aku mendengarkan orang memberi nasihat dengan kata-kata yang sama. Mastato’tum, banyak yang mengartikannya sesuai batas kemampuan. Namun, pemaknaanku lebih dari sekedar itu.

Kalau yang dimaksud adalah sesuai batas kemampuan, kemampuan yang manakah yang dimaksud? Sampai level manakah kemampuan itu? Apakah iya saat aku masih kuat membuka mata, tapi karena aku pikir butuh tidur, lalu aku tidur, bisa disebut mencapai batas kemampuan? Sepertinya bukan itu titik yang dimaksud.

Ada inspirasi menarik tentang titik ini. Simak bentar ya….

DR. Abdullah Al Azzam, seorang ulama terkenal yg disegani, Beliau-lah yg menggerakkan jihad muslim Afghanistan melawan penjajah Uni Soviyet sampai merdeka..

Pada suatu saat beliau ditanya oleh muridnya,
“Ya syekh, apa yg dimaksud dengan mastatho’tum”?
Sang Syekh-pun membawa muridnya ke sebuah lapangan. Meminta semuanya muridnya berlari sekuat tenaga, mengelilingi lapangan.
Setelah semua muridnya menyerah, dan menepi ke pinggir lapangan..

Sang Syekh-pun tak mau kalah, Beliau berlari mengelilingi lapangan hingga membuat semua muridnya keheranan, sehingga akhirnya beliau jatuh pingsan, tak sadarkan diri.

Setelah beliau siuman dan terbangun, muridnya bertanya,
“Syekh, apa yang hendak engkau ajarkan kepada kami?”
“Muridku, Inilah yang dinamakan titik mastatho’tum! Titik di mana saat kita berusaha semaksimal tenaga sampai Allah sendiri yang menghentikan perjuangan kita (bukan, bukan kita yang berhenti)”, Jawab Sang Syekh dengan mantab !

sumber : http://deliaputrikesuma.blogspot.co.id/2014/10/mastathotum.html

Inilah titik yang batas kemampuan yang sebenarnya. Titik inilah yang seharusnya bisa kita capai. Namun, tak mau tertinggal episode anime ataupun gravitasi kasur yang terlalu besar sering mengaburkan kita dari titik ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s