Perang Seribu Taktik

Kehidupan ini tak ubahnya sebuah medan peperangan. Dan tentu, aku yang ada di dalamnya adalah panglima perang bagi kehidupanku sendiri. Dan musuh-musuhnya? Berbagai masalah baik suatu kejadian, manusia sekitarku ataupun berbagai hal yang memang harus aku hadapi. Dan semua ini pasti dialami oleh semua orang dengan bentukan yang berbeda satu sama lain.

Hidup hampir 21 tahun di medan perang besar ini (bumi) membuat aku sudah menghadapi berbagai macam jenis peperangan. Satu dua mungkin dapat diselesaikan dengan mudah. Namun, lebih banyak yang harus diselesaikan dengan kesabaran, dedikasi, dan pengorbanan untuk menyudahinya. Bagaikan medan perang sungguhan, satu, dua, bahkan puluhan taktik harus digunakan hanya untuk menyelesaikan satu buah perkara.

Aku selalu menganggap hidup ini adalah tantangan. Jadi wajar saat aku pun menganggap semua yang kujalani sebagai sebuah peperangan. Saat duduk di bangku sekolah menengah pertama sempat kubaca Art of War karya Sun Tzu. Satu hal yang paling aku ingat hingga hari ini adalah

Untuk menang dalam sebuah peperangan kenali dirimu, musuhmu, dan kuasai medan tempurnya

Kupikir ini adalah dasar dari semua masalah yang kita hadapi. Dan aku anggap ini sebagai suatu penggambaran untuk mengidentifikasi setiap hal dengan detail. Sebuah peperangan akan sangat berbahaya jika yang kutahu hanyalah kekuatan armada perangku. Akan tidak berguna pula taktik besar yang telah kubuat saat ku tak tahu sama sekali medan perang yang dihadapi. Serta, akan sangat memperingan langkah pasukan saat aku tahu musuh seperti apa yang siap menghadang di depan mata. Dalam penggambaran lain Sun Tzu mengatakan

Seorang panglima perang yang hebat, tidak akan menggunakan taktik yang sama untuk menang dalam peperangan yang berbeda.

Inilah hal yang menurutku sangat aplikatif dalam hidup. Saat berbagai masalah yang kugambarkan sebagai perang hadir bertubi-tubi dan satu dua berhasil diselesaikan, akan banyak variasi solusi yang digunakan. Perbedaan taktik yang dimaksud menurutku tidaklah mutlak bahwa harus benar-benar berbeda. Aku lebih setuju dengan menggunakan berbagai variasi solusi dalam menghadapi solusi.

Inilah kehidupan yang pastinya tidak pernah lepas dari masalah. Masalah ini pasti akan berakhir. Satu-dua-hingga akhirnya nanti semua masalah bisa kita hadapi. Belajarlah dari masalah itu, siapa tahu taktik yang digunakan dapat menjadi referensi untuk masalah berikutnya. Karena manusia adalah makhluk yang selalu dapat belajar dari hari ke hari, adanya masalah membuat semakin kuat manusia itu. Aku pun berharap dapat selalu belajar dan merasa tertantang dengan masalah yang selalu hadir lalu belajar darinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s